15853636

SINOPSIS

Usiaku 17 tahun, hampir 18. Kelas 12. Hampir lulus. Dan aku hamil…

Kirana yang cerdas, cantik, dan ceria melihat semua impiannya luruh di depan mata. Hari-harinya mulai dipenuhi rahasia dan kecemasan. Ia nggak mungkin mampu melahirkan dan merawat bayi. Ia juga nggak mungkin mampu menghadapi celaan dari orang-orang di sekitarnya, teman-temannya, guru-gurunya, terutama kekecewaan orangtuanya. Saat ini Kirana berada di ambang jurang keputusasaan. Hidup seolah tidak menawarkan solusi apa pun padanya.

Bagaimana dengan cowok yang menghamilinya? Oh, cowok itu harus tetap sekolah. Dia nggak boleh terlibat. Dia cowok paling tampan dan paling cerdas di sekolah. Masa depannya begitu gilang gemilang. Kirana tidak ingin merusaknya. Siapakah dia? Kirana takkan pernah mau mengakuinya.

REVIEW

Best teenlit of the year. Ini emang teenlit terbaik yang gue baca tahun ini. Kenapa enggak? Teenlit ini mengandung banyak pelajaran penting yang bisa kita ambil. Bukan hanya sebagai remaja tapi juga sebagai orang yang merasa diri mereka sudah dewasa. Buku ini benar-benar menunjukkan bahwa cerita remaja bukan hanya tentang si jelek versus si cantik atau cewek biasa yang bisa dapetin prince charming. Buku ini benar-benar menunjukkan sisi lain dari teenlit yang sering terlupakan, padahal justru hal itulah yang sering terjadi saat ini di kalangan remaja. Hamil di luar nikah.

Dari sinopsis bisa kita lihat bahwa buku ini memakai sudut pandang orang pertama atau Kirana sang tokoh utama. Keseluruhan buku ini memang menceritakan tentang kehidupannya saat dirinya tengah hamil namun tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang siswa SMA. Bagaimana ketakutannya dia apabila teman-teman, guru-guru di sekolah, apalagi orang tuanya tahu tentang keadaannya. Untung saja Kirana memiliki 5 orang sahabat yang selalu bisa membuat Kirana seperti ‘lupa’ akan keadaannya. Mereka adalah Maria, Alvin, Andra, Banyu, dan Chacha.

Maria bisa dibilang yang paling nyebelin ya, tapi justru dia yang paling dekat dengan Kirana. Kalau Alvin bisa dibilang secret crush-nya Kirana yang pintar abis. Andra? Cowok yang paling dikejar-kejar sama Maria hanya karena cuma Andra aja yang sepertinya tidak tertarik sama Maria. Sedangkan si Banyu itu cowok kalem yang otaknya pinter banget tapi kurang beruntung. Nah kalau si Chacha ini sepupunya Alvin pindahan dari Aussie yang sepertinya agak naksir sama Banyu. Mereka semua (termasuk Kirana) tergabung dalam 1 Band sekolah yang bernama Hi 4. Maria Vokalis, Andra Gitaris, Alvin Keyboardist (rasanya), dan Banyu Drummer. Sedangkan Kirana dan Chaca sebagai Manager. Eh si Chacha pengen jadi produsernya deng. Hehe.

Bagian mengasyikkan saat membaca buku ini adalah, pembaca diajak untuk menebak-nebak siapa sebenarnya My Prince. Pilihannya tiga cowok yang menjadi teman Karina dalam Hi 4, yaitu Andra, Banyu, dan Alvin. Ken Terate dengan cerdik menyelipkan pentunjuk atau clue yang menuntun pembaca untuk menebak si My Prince. Terkadang, clue-nya menyesatkan lho. Saya sendiri bisa menebak identitas My Prince, yang kemudian akhirnya saya sesali, karena saat identitas My Prince akhirnya terkuak, jadinya tidak terlalu mengejutkan lagi. Saran saya sih, nikmati saja membaca buku ini, nggak perlu terlalu ngotot mencari tahu siapa sebenarnya My Prince. Sensasi saat dikejutkan oleh plot cerita rasanya lebih menyenangkan lho.

Pesan moral novel ini sangat jelas apalagi buat para remaja. Pacaran jangan ditempat gelap-gelapan. Pacaran lebih baik nggak cuma berduan. Karena dari pegang-pegangan tangan, lama-lama ingin lebih intim lagi peluk-pelukan. Well setelahnya cium-ciuman dan ciuman di dahi, pipi itu nggak ada efeknya lagi pindah bibir dan ketika ciuman bibir nggak membuat sesuatu seperti dulu butuh ciuman yang lebih HOT lagi -_- dan akhirnya….terjadilah. Jadi sebagai remaja harus tahu batasan-batasannya dari cerita Kirana ini agar menjadi pelajaran.

Love is not SEX

Advertisements